Livia Averine

Wednesday, April 29, 2015

Analisis Film Phone Booth

Phone Booth merupakan sebuah film thriller karya Larry Cohen dan disutradarai oleh Joel Schumacher. Film yang berdurasi selama 81 menit ini hanya menggunakan sebuah phone booth sebagai latar nya dan menceritakan tentang percakapan di dalam phone booth tersebut dan situasi di sekitarnya. Memang sang penulis, Larry Cohen dikenal mempunyai kesenangan sendiri dengan phone booth sehingga beliau berusaha untuk menulis sebuah film yang hanya berlatar di suatu phone booth selama bertahun- tahun. 
Film ini menceritakan tentang Stu Stephard (Colin Farrell), seorang publisher yang sering menggunakan suatu telepon umum selama berjam- jam di sebuah phone booth untuk menelepon selingkuhannya, Pamela McFadden (Katie Holmes). Stu selalu menggunakan telepon umum untuk menelepon Pamela karena ia tidak ingin diketahui oleh istrinya, Kelly Shephard (Radha Mitchell) yang selalu memeriksa tagihan teleponnyaSelain itu, Stu juga mempunyai kepribadian yang kurang baik. Selain sering menyombongkan dirinya, ia juga sering menipu client-nya, meremehkan bawahannya, dan menerima uang suap. Tanpa ia sadari, ada seseorang yang selama ini mengamati kehidupannya secara diam- diam, yang mengetahui segala kebusukannya, termasuk perihal perselingukahannya. 
Pada suatu hari, saat ia sedang menggunakan telepon umum di phone booth untuk menelepon Pam terjadi suatu kejadian yang sangat menegangkan. Dimulai dari adanya seorang tukang pizza yang mengantar pizza untuk Stu di phone booth tersebut, yang kemudian ditolak oleh Stu mentah- mentah. Setelah mencaci- maki tukang pizza tersebut, Stu mendapatkan suatu telepon dari phone booth tersebut yang berasal dari orang yang telah memperhatikannya selama beberapa bulan terakhir dan mengetahui segala masalah pribadinya, yang disebut the caller (Kiefer Sutherland). 
Tujuan the caller menelepon Stu adalah untuk menerornya. Stu harus mengikuti semua keinginan sang Caller, kalau tidak ia akan jadi sasaran tembak jarak jauh. Stu pun dipaksa the caller untuk mengungkapkan rahasia akan perselingkuhannya dan menjelaskannya kepada Kelly dan Pam.  
Selain diteror oleh the caller, Stu juga mendapat gangguan dari orang asing di sekitarnya, diantaranya adalah seorang PSK yang ingin menggunakan phone booth  dan kemudian marah- marah terhadap Stu karena Stu tak kunjung keluar dari phone booth tersebut. Terjadi keributan antara Stu dan sang PSK yang sudah dikawal dengan teman- temannya. Melihat keributan di phone booth, the caller  pun tak kunjung diam, dan memutuskan untuk menembak salah seorang teman sang PSK. 
Pihak kepolisian pun datang ke area phone booth  yang sudah ramai dikerumuni orang. Kerumunan yang menyaksikan pertengkaran panas di area phone booth tersebut pun menuduh Stu telah menembak orang tersebut. Namun, sang polisi merasakan ada sesuatu yang aneh dibalik perkelahian ini, termasuk alasan dibalik mengapa Stu berdiam di phone booth tersebut dalam jangka waktu yang lama. Sayangnya, Stu tidak dapat memberitahukan masalahnya kepada sang polisi, karena the caller  mengancamnya untuk tidak memberitahukan percakapan diantara keduanya kepada siapapun.  Tetapi, akibat kecerdikan Stu dan sang polisi, Stu akhirnya dapat menemukan solusi dari masalahnya dan berhasil keluar dari phone booth tersebut. 
Film yang dirilis pada tahun 2002 silam memang mempunyai plot cerita yang sederhana. Meskipun begitu, Collin Farrell dan Kiefer Sutherland berhasil memainkan film ini dengan baik, dan acting mereka sangatlah meyakinkan. Oleh karena itu, penonton akan ikut merasakan ketegangan yang ada di dalam film. Sampai ending cerita pun penonton seolah dibuat percaya bahwa the caller tersebut adalah pengantar pizza yang ada di awal cerita, namun ternyata the caller tersebut merupakan sosok lain, tanpa identitas yang jelas. 
Namun adegan action dalam film tersebut kurang menegangkan. Ditambah lagi ending dalam film tersebut juga kurang jelas, sehingga meninggalkan seribu pertanyaan kepada para penonton. Pada ending film tersebut hanya menunjukkan sosok the caller, tanpa memberitahukan identitas the caller, serta alasan mengapa the caller memutuskan untuk meneror Stu secara rinci. Kehidupan Stu setelah kejadian di phone booth tersebut terjadi juga tidak diberitahukan kepada penonton. Jika hal- hal tersebut diceritakan didalam film tentu akan menjadikan film tersebut lebih menarik lagi. 
Meskipun begitu, film “Phone Booth” merupakan suatu film thriller menarik yang tentunya tidak rugi untuk ditonton. Film ini akan membuat Anda merasakan ketegangan dan berpikir di sepanjang film sehingga Anda tidak akan merasa bosan. Banyak juga adegan lucu yang ada di tengah ketegangan film tersebut. Jadi, keputusan untuk menonton film ini ada di tangan Anda.